Assalamu'alaykum,  Ahlan wa Sahlan

Houthi Menangkap Syabab Hizbut Tahrir Karena Mendistribusikan Leaflet Yang Membongkar dan Mengutuk Paket Badai?!!

Written By Indra Sb on Selasa, 14 April 2015 | 19.41

Keterangan Pers
Houthi Menangkap Syabab Hizbut Tahrir Karena Mendistribusikan Leaflet Yang Membongkar dan Mengutuk Paket Badai?!!

Voa-Khilafah.com - Milisi Houthi di kota Raidah di propinsi Imran menangkap saudara kami al-ustadz Muthahhar Ahmad ar-Rasyidi yang berusia 43 tahun yang bekerja sebagai direktur salah satu sekolah di kota tersebut. Ia ditangkap dari rumahnya pada Senin 30 Maret 2015 dan dipindahkan ke propinsi. Penangkapan itu karena ia menyebarkan leaflet Hizb dengan judul “Dan Akhirnya Pesawat Para Penguasa Agen Bergerak… Akan Tetapi Kemana? Bergerak Untuk Membunuh Kaum Muslimin Bukan Untuk Memerangi Musuh-Musuh!” Di dalam leaflet itu dinyatakan: “Pesawat-pesawat dan kapal-kapal perang para penguasa agen itu bergerak untuk menyerang Yaman, bukan menyerang Yahudi. Padahal Yahudi itu lebih dekat dari mereka dibandingkan dengan Saba’ (Yaman)! Hal sangat buruk mereka katakan untuk menjustifikasi tindakan mereka, bahwa serangan itu untuk melindungi kiblat kaum Muslim (Makkah). Padahal Makkah tidak sedang diduduki. Sebaliknya, kiblat pertama kaum Muslim (Al-Quds) mereka biarkan. Padahal al-Quds sedang diduduki Yahudi dan terus berteriak meminta pertolongan! Pesawat-pesawat mereka itu bergerak ke Yaman untuk kepentingan kaum kafir penjajah. Pesawat-pesawat mereka tidak bergerak untuk membebaskan bumi penuh berkah (Palestina) yang diduduki oleh manusia yang paling keras permusuhannya (Yahudi) kepada kaum Muslim!”

Houthi dan beberapa kekuatan politik kesal terhadap leaflet yang dikeluarkan oleh Hizb itu padahal leaflet tersebut mengungkapkan kebenaran, tidak menjilat bermanis muka kepada penguasa, partai atau kelompok manapun. Hizb sepanjang perjalanannya hanya menasehati, memperingatkan dan membongkar rencana-rencana barat dan alat-alat barat diantara para penguasa agen dan siapa saja yang berjalan bersama mereka dan berada dalam pelukan asuhan mereka, baik mereka sadar atau tidak. Hizb tidak memandang kecuali dari sudut pandang syara’. Hizb dalam sikap dan perjalanannya hanya berpegang teguh kepada syara’. Hizb tidak memandang kubu-kubu yang bertarung dengan pandangan sektarian menjijikkan yang ditempuh oleh Barat untuk memicu sektarian diantara kaum Muslimin. Akan tetapi, analisis dan pandangan Hizb terhadap berbagai peristiwa adalah pandangan mendalam dan cemerlang yang mendeskripsikan realita sebagaimana adanya, meski pihak-pihak yang bertarung di Yaman tidak tahan dengan kenyataan pahit dan nasihat yang benar tersebut.

Hizb di dalam leafletnya menjelaskan hakikat pergolakan yang terjadi di Yaman dan kubu-kubunya yang menjadi agen. Sekaligus Hizb menjelaskan bahwa itu merupakan pergolakan internasional Anglo Amerika. Di dalam leaflet itu dinyatakan:

Amerika telah mendukung Houthi melalui Iran dengan berbagai macam senjata dan peralatan militer agar mereka mampu mengontrol Yaman menggunakan kekuatan. Sebabnya, Amerika paham bahwa lingkungan politik (di Yaman) pada galibnya adalah buatan Inggris… Begitulah, Houthi beranggapan, mereka memiliki kekuatan yang bisa mengontrol Yaman. Karena itu mereka mengepung Presiden Hadi agar bisa mendapatkan dari Presiden apa yang mereka inginkan melalui undang-undang yang dikeluarkan oleh Presiden. Presiden Hadi sebelumnya setuju, tetapi kemudian menunda-nunda pelaksanaannya. Karena itu Houthi lalu memberlakukan tahanan rumah terhadap Hadi. Namun kemudian, Presiden Hadi bisa lolos dan pergi ke Aden. Houthi bisa menyusul Hadi, tetapi Hadi kembali bisa lolos untuk kedua kalinya… Begitulah harapan dan tempat yang dituju terasa makin jauh bagi mereka. Mereka menyebar di wilayah tanpa pengasuh yang menerima mereka, kecuali para pengikut Saleh yang berjalan bersama mereka agar bisa berbagi kekuasaan dengan mereka jika mereka berhasil mengalahkan Hadi, atau sebaliknya melecehkan mereka jika mereka gagal bahkan hingga jika mereka ditimpa oleh sesuatu kegagalan! Tanda-tanda hal itu sangat menonjol. “ Kemudian Hizb melanjutkan di dalam leaflet itu memberikan analisis terhadap realita serangan terhadap Houthi, yang disebut Paket Badai. Hizb mengatakan:Amerika paham bahwa Houthi, pengikut AS, telah berada dalam situasi kacau. Mereka telah menyebar di negeri (Yaman), tetapi tidak bisa mendominasi dan juga tidak bisa kembali ke basis kekuatan mereka di utara. Karena itu Amerika berpandangan untuk menyelamatkan mereka dengan aksi militer terbatas dengan cara “menembak dua burung dengan satu tembakan”: Pertama, untuk menonjolkan mereka (Houthi) sebagai korban yang sebelumnya masyarakat melihat agresi mereka. Kedua, menciptakan suasana negosiasi darurat untuk sampai pada solusi jalan tengah—seperti kebiasaan Amerika—ketika tidak mampu mengambil semuanya sendirian… Hal itu telah menjadi jelas dengan memantau apa yang telah dan sedang terjadi. Saudi berkonsultasi dengan Amerika sebelum aksi militernya di Yaman. Pihak-pihak yang melakukan peran militer secara aktif adalah agen-agen Amerika, khususnya Salman, Raja Saudi, dan al-Sisi, Presiden Mesir. Adapun negara-negara Teluk lainnya, Yordania dan Maroko lebih memainkan peran politis menurut kebiasaan Inggris dalam mendampingi Amerika. Tujuannya adalah agar Inggris berada dalam potret dan mendapat bagian dalam negosiasi-negosiasi mendatang agar bisa memperoleh pembagian pengaruh… Aksi-aksi militer kadang kala berhasil membuka pintu negosiasi, namun kadang kala gagal. Akibatnya, masalahnya menjadi kacau kembali, menyengsarakan Yaman yang dulu bahagia pada hari yang tidak jauh, yaitu pada hari saat Bumi Yaman yang bersih tidak dimasuki oleh para agen dan orang-orang kafir penjajah.”

Kami mengetahui bahwa diantara para pengikut di dalam gerakan-gerakan yang disebut gerakan islami diantaranya Houthi itu banyak yang mukhlis. Akan tetapi, ikhlas saja tidak cukup tanpa kesadaran terhadap apa yang terjadi di dalam konstelasi internasional dan kondisi para penguasa dan agen yang menjadi pengikut dalam konstelasi internasional itu. Jika Houthi dan kubu-kubu yang bertarung di Yaman dan di kawasan merasa marah karena penyifatan mereka sebagai agen, maka hendaklah mereka membahas makna istilah agen itu supaya mereka paham bahwa agen adalah orang yang merealisasi rencana-rencana musuh baik dia tahu atau tidak. Juga agar mereka semua memahami bahwa syabab Hizbut Tahrir terus berjalan kepada apa yang dijanjikan oleh Allah seraya bertawakal kepada-Nya sampai Allah memenangkan agama-Nya sehingga al-Khilafah ar-Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian tegak atau syabab Hizb binasa karenanya. Juga supaya mereka mengetahui bahwa syabab Hizbut Tahrir merupakan katup pengaman di tengah umat ini. Mereka, dengan izin Allah, merupakan pemimpin umat yang menuntun umat kepada terhimpunnya kalimat, penyatuan barisan, mencampakkan perpecahan, menelanjangi musuh-musuh, menegakkan kekuasaan Islam dan menyuarakan kalimat kebenaran secara lantang dan memberikan nasihat kepada semua muslim. Dan Allah Mahakuasa atas hal itu. Maka hendaklah al-ustadz Muthahhar ar-Rasyid segera dilepaskan dan begitu pula semua orang yang yang ditangkap.

﴿وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ﴾

“Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (TQS Ali Imran [3]: 140)

Maktab I’lami Hizbut Tahrir di Wilayah Yaman
Telepon: 735417068
Email: aan1924@gmail.com


sumber:
http://www.hizb-ut-tahrir.info
http://www.hizb-ut-tahrir.info/info/index.php/contents/entry_45682
http://hizbut-tahrir.or.id/2015/04/05/houthi-menangkap-syabab-hizbut-tahrir-karena-mendistribusikan-leaflet-yang-membongkar-dan-mengutuk-paket-badai/

[www.voa-khilafah.com]
19.41 | 0 komentar

Seruan Hizbut Tahrir kepada sejumlah ulama yang memberikan dukungan atas tindakan Pelayan Dua Tanah Suci terkait aksi militer “Badai Penghancur” terhadap kelompok pemberontak Houti di Yaman


Berita dan Komentar: Wahai Para Ulama Takutlah kepada Allah, dan Janganlah Kalian Menjadi Penolong bagi Para Penguasa Antek dan Tuan-tuan Mereka!

Berita:
Voa-Khilafah.com - Sejumlah ulama dan dai di Maroko memberikan pujian kepada Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Salman bin Abdul Aziz.yang telah melancarkan operasi “Badai Penghancur” dalam rangka menunaikan suatu perkara yang diwajibkan atas umat. Media-media masa setempat mengutip berbagai sanjungan yang tinggi dan doa restu yang disampaikan oleh sejumlah ulama dan dai  terhadap tindakan Pelayan Dua Tanah Suci  terkait aksi militer “Badai Penghancur” terhadap kelompok pemberontak Houti di Yaman. Mereka menegaskan bahwa “Sesungguhnya langkah militer ini adalah kewajiban yang syari dan sejarah yang agung” (Koran al-Riyadh http://www.alriyadh.com/1035495)

Komentar:
Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi dalam hal menyebarluaskan agama dan melakukan amar makruf dan nahyi anil munkar. Tetapi, para ulama umat saat ini – kecuali mereka para ulama yang dirahmati oleh Allah swt – alih-alih memikul tanggungjawab yang agung dan menunaikan amanah yang mulia atas pundak mereka dengan berkhidmat kepada agama dan umat. Mereka malah berjalan dalam orbit para penguasa yang zhalim. Mereka mengeluarkan fatwa demi merealisasi kepentingan para penguasa dan tuan-tuan mereka. Lebih dari itu, mereka menyesatkan manusia dengan menyatakan bahwa para penguasa saat ini adalah waliyul amri yang wajib ditaati dan tidak boleh keluar dari ketaatan terhadap mereka. Maka para syaikh semacam ini – melalui fatwa-fatwanya - menutup-nutupi tindakan kejahatan para penguasa tersebut terhadap rakyatnya, begitu pula sikap muwalahnya (berkasih sayangnya) kepada musuh-musuh Islam dan umat Muslim.

Segera setelah Dubes Arab Saudi di Washington mengumumkan niat negaranya untuk melancarkan operasi militer bertajuk “Badai Penghancur” untuk menyerang kelompok Houti di Yaman, banyak syaikh dan dai yang menyatakan dukungan dan sokongan mereka atas aksi ini. Diantara mereka bahkan ada yang menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Arab Saudi merupakan kewajiban syar’i dan dianggap sebagai jihad fi sabilillah! Lembaga Ulama Senior di Saudi pun segera mengumumkan dukungan terhadap operasi “Badai Penghancur” ini, seraya menegaskan bahwa tindakan tersebut dalam rangka mewujudkan kemaslahatan tertinggi bagi umat Islam. Sebagaimana Mufti Saudi menyebutnya sebagai “langkah yang diberkahi dan amal yang salih”. Ia juga menyatakan bahwa “tentara kita yang mati dalam front adalah syahid”. Senada dengan itu, Perhimpunan Ulama Sedunia juga mengumumkan dukungan bagi aksi militer tersebut. Sebuah penjelasan yang dirilis oleh Rabithah Alam Islami juga menyebutkan dukungan terhadap aksi militer melawan kelompok Houti di Yaman. Selain itu, sejumlah syaikh, ulama, dan dai menegaskan dukungannya melalui media social seperti twitter. Diantara mereka, adalah Syaikh Muhammad al-Arifi yang memuji keputusan Raja Salman yang melakukan kampanye militer di Yaman. Dalam kicauannya, ia menyatakan, “Sebuah keputusan yang bijak dari seorang penguasa yang bijak. Sikap tegas dari seorang yang teguh” Sedangkan Dr. Salman Audah mengungkapkannya sebagai, “keputusan berperang ini merefleksikan posisi yang berani dan dinanti-nanti dari pemimpin Saudi”.

Lalu mengapa wahai para ulama dan para syaikh, kalian tidak meninggikan suara kalian dan menuntut para penguasa untuk mengambil sikap yang tegas, lalu menggerakkan pesawat-pesawat tempur serta tank-tank untuk menghadapi musuh yaitu institusi Yahudi yang telah menyerang Gaza pada bulan Ramadhan yang penuh berkah? Tidakkah menjadi hak pula bagi (Al-Aqsa) - kiblat pertama umat Muslim sekaligus tempat Isra Nabi saw yang dilumuri najis pagi dan petang oleh tangan-tangan Yahudi sang penjahat  -untuk diperlakukan sikap yang tegas dengan cara membebaskannya? Wahai para ulama Maroko, bukankah Raja Maroko adalah ketua Lembaga al-Quds? Apakah kalian menganggap, sekedar kalimat-kalimat kutukan dan pengingkaran yang dilakukan secara malu-malu dan diarahkan terhadap serangan institusi Yahudi dan kawanan pemukim Yahudi atas Masjid Al-Aqsa, merupakan sikap yang tegas? Dan bagaimana halnya dengan menolong orang-orang tertindas dan jeritan permintaan tolong kaum perempuan Suriah, Burma, Turkistan Timur dan negeri-negeri Muslim yang lain? Ataukah hal ini bukan termasuk kewajiban syari dan tidak mewujudkan kemaslahatan utama umat Islam? Bagaimanakah kalian ini wahai para ulama, yang begitu sigap mendukung para penguasa kalian dalam kampanye militer mereka untuk meraih keridhaan Amerika dan melayani kepentingan-kepentingannya dalam persaingan para penjajah di kawasan, sementara kalian berdiam diri dari kewajiban kalian terhadap agama kalian dan umat kalian dan persoalan utama mereka?      

Firman Allah swt, “Bagaimanakah kalian mengambil keputusan?” (TQS.Yunus: 35)

Wahai para ulama di Maroko dan seluruh negeri Muslim yang lain, sesungguhnya kami menyeru kalian agar meniru ulama umat yang diberkati semisal al-Izz bin Abdus Salam dan Ahmad bin Hanbal serta yang lainnya. Mereka tidak takut karena Allah terhadap celaan orang-orang yang mencela. Sebaliknya, janganlah kalian menjadi penolong para penguasa penjahat dalam melaksanakan rencana-rencana jahat Barat terhadap negeri-negeri kaum Muslim, dan tariklah tangan putra-putra umat yang ada dalam militer, agar mereka mengarahkan moncong senjata-senjata mereka kepada musuh-musuh umat dan bukannya kepada sesama umat Islam. Demikianlah yang akan menjadi jihad fi sabilillah. Maka beramallah kalian bersama-sama dengan umat untuk menjatuhkan kekuasaan system yang jahat di negeri-negeri kaum Muslim, lalu di atas puing-puingnya itu, kalian menegakkan Khilafah Rasyidah yang mengikuti metode kenabian.

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan.” (TQS.Al-Anfal: 24)

Bara`ah Munashirah
16 Jumadi Tsaniyah 1436 / 5 April 2015
(hizb-ut-tahrir.info/voa-khilafah.com)

Diterjemahkan oleh Ust Farhan Suchail, Aktivis HTI Depok.
19.16 | 0 komentar

MUI: Sudah Waktunya Densus 88 Dibubarkan

Written By Indra Sb on Minggu, 12 April 2015 | 16.53

MUI: Sudah Waktunya Densus 88 Dibubarkan

Aksi Detasemen Khusus 88 (Densus 88) mendobrak pintu Pesantren Tahfizhul Qur'an al Mukmin, Malang dan membuat histeris santri yang sedang menghafal membuat ulama prihatin.


VOA-KHILAFAH.COM - “Tindakan Densus 88 sudah di luar batas prikemanusiaan. Apalagi sampai menodongkan senjata kepada anak-anak usia muda seperti itu,” papar Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain, Senin (30/3).

Alasan penyerbuan karena pesantren tersebut milik Helmi Alamudi, salah satu tersangka ISIS, menurutnya,  tak bisa dijadikan pembenaran bertindak arogan.

Menurut Tengku, ada cara-cara yang lebih elegan dan sesuai prosedur penyidikan ketimbang melakukan aksi sensasional.

“Oknum-oknum di tubuh Densus 88 sudah lama disinyalir sangat anti pada Islam dan umat Islam. Sudah waktunya Densus 88 dibubarkan,” tegasnya.[tribunislam/voa-khilafah.com

Sumber : republika.co.id
16.53 | 0 komentar

Dalam 39 Hari, Gadis 15 Tahun Ini Berhasil Menyelesaikan Hafalan Al-Qur'an 30 Juz

Dalam 39 Hari, Gadis 15 Tahun Ini Berhasil Menyelesaikan Hafalan Al-Qur'an 30 Juz
VOA-KHILAFAH.COM - Dinana Naila Izza. Nama yang enak didengar, enak di ucapkan dan lebih enak lagi saat anda mendengar prestasi tahfidz Qur’annya. Gadis murah senyum yang di Al-hikmah Bogor maupun di mafaza akrab di panggil Izza ini mampu menyelesaikan 30 juz hanya dalam 39 hari. Alloohu Akbar!..Luar biasa bukan?

Kami ingat betul saat ia datang ke Al-Hikmah bogor. Waktu itu sudah maghrib. Ia datang dari Semarang – Jawa tengah – di ajak kedua orangtuanya untuk daftar & test ke Super Manzil. Tidak mudah meyakinkan Izza. karena ia seorang peragu dan cenderung pesimis. Izza merasa mustahil bisa menjalani program super manzil. Mendengar kisah-kisahnya saja cukup “mengerikan”. Bagi Izza, super manzil hanyalah program yang cocok untuk anak-anak super istimewa. Namun tak sulit mengajaknya pindah ke mafaza, karena ia seorang penurut dan tak pernah berani mengecewakan orangtua.

Keraguan Izza sangat beralasan, sebab riwayat menghafalnya agak “menyedihkan”. Selama enam tahun di SDIT di Semarang ia hanya dapat satu juz. Yakni juz 30. Lanjut tiga tahun di SMPIT, hanya dapat dua juz, 29 dan 28. Selepas SMP ia masuk ke Khusnul Khotimah. Disini ia belajar selama satu semester, dan hafalannya nambah satu juz. Yakni juz 27.

Saat test durasi di alhikmah ia masuk kategori dua, yakni disarankan. Artinya kemampuan menghafalnya masih lemah namun sangat disarankan untuk mencicipi super manzil. Lemah bukan karena ia tak berpotensi. Namun disebabkan belum pernah diberi metode yang tepat.

Meski saat itu ia dinyatakan lulus, namun hatinya belum mantap. Bagi Izza, jangankan sebulan selesai 30 juz, sebulan satu juz pun ia tak yakin.

Di super manzil Januari gadis yang baru masuk usia 15 thn ini berhasil setor hafalan sebanyak 15 juz, maka koleksi hafalannya jadi 19 juz. Dan keberhasilan ini menyembuhkan sifat ragu dan pesimismenya. Selepas super manzil pertamanya ia sangat konfiden. Kini ia mulai berani membangun mimpi dan menancapkan cita-citanya. Dan semangat merancang program untuk menggapainya. Kami senang, karena program supermanzil berhasil menghancurkan mental blok yang selama ini membelenggunya. Bukankah tujuan utama super manzil adalah utk menghancurkan mental blok?

Saat kami mengumumkan super manzil maret, dengan mantap izza berkata pada ibunya. “ummi, aku mau daftar ke super manzil lagi. Agar hafalanku yang tinggal 11 juz itu selesai dlm sebulan”. Dan MasyaAlloh…saat Super Manzil baru berjalan sepekan, ternyata si murah senyum ini sudah menyetorkan tujuh juz. kami terpana, bagi seorang pemula pencapaian sehebat itu sangat mengagumkan.

“Izza bagaimana caranya kamu menghafal secepat itu?” Kami bertanya dengan sepenuh rasa takjub.

“kan saya sudah berazzam untuk one day one juz” jawabnya ringan.
Segala puji bagi Alloh yang telah memudahkan gadis sholehah ini. ODOJ nya Izza bukan tilawah, tapi hafalan.

Ketika tiba dijuz terakhirnya, yakni juz 26. Kami memintanya untuk setor kepada semua musyrifah dan disaksikan segenap santri mafaza. Ternyata siperiang ini menyetorkannya sambil menangis. Demikian pula ibunya, disela tangisnya yang memecahkan suasana yang syahdu ia berkata: “terima kasih nak, kamu telah berjuang mendapatkan jubah kebesaran untuk dipakaikan pada ummi dan abah di surga nanti”.[tribunislam/voa-islam.com]

Sumber : islamedia.co
16.46 | 0 komentar

Inilah Jawaban Jubir HTI terkait Syiah dan Kontroversi Buletin Al-Islam

VOA-KHILAFAH.COM - Di tengah santernya pemberitaan kampanye militer Koalisi Teluk terhadap kelompok Syiah Hautsi di Yaman, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menerbitkan buletin yang dinilai kontroversial.

Buletin Al-Islam edisi ke-750 yang diterbitkan pada tanggal 3 Maret 2015 memuat tulisan berjudul “Akhirnya, Pesawat-Pesawat Para Penguasa Agen Bergerak. Namun, Kemana? Mereka Bergerak Untuk Membunuh Kaum Muslimin Bukan untuk Memerangi Musuh!”.

Tak ayal, buletin mingguan tersebut menuai pro-kontra hingga muncullah kecaman-kecaman terhadap HTI, baik di media-media social maupun di forum-forum diskusi.


Menanggapi fenomena tersebut, Kiblat.net berusaha mencari klarifikasi hingga pada akhirnya berhasil melakukan wawancara kepada Juru Bicara HTI Ismail Yusanto di sela-sela kegiatan Halaqoh Islam dan Peradaban yang digelar di Gedung Asrama haji Yogyakarta pada Sabtu, (11/4/2015).

Berikut hasil wawancara kiblat.net dalam kesempatan tersebut:

Kiblat.net: Ustadz, sebagaimana diketahui, akhir-akhir ini HTI menerbitkan buletin yang memuat opini tentang konflik di Yaman dimana hal itu menuai kontroversi baik di media sosial maupun di forum-forum diskusi. Bisakah Ustadz memberikan klarifikasi atas masalah tersebut?

Jubir HTI: Pertama, saya kira kita harus menegaskan pendirian kita bahwa musuh kita itu adalah orang-orang kafir yang memerangi umat Islam, yang menghalangi tegaknya syari’ah, khilafah, yang dia menimbulkan dharar (bahaya), kezaliman kepada umat Islam yang merebut wilayah umat Islam, yang menjajah, yang kemudian menimbulkan kesengsaraan berkepanjangan terhadap umat Islam.

Nah apa wujudnya? Kalau kita lihat di timur tengah maka jelas sekali, di sana ada Israel, Bashar Assad (rezim Suriah), lebih luas lagi ada Amerika, Rusia. Dan berulang kali umat Islam di sana (kaum muslimin di Gaza, Suriah) berteriak minta tolong kepada penguasa-penguasa negeri umat Islam untuk mengambil tindakan dan itu tidak pernah dilakukan. Nah sekarang begitu terjadi pergolakan politik di Yaman, baru mereka turun. Itulah yang sebenarnya kita persoalkan. Kenapa bukan kepada Amerika, Israel, Rusia, Bashar Ashad?

Kiblat.net: Kalau mengenai Syiah bagaimana Ustad?

Jubir HTI: Syiah itu, kita musti melihat aqidahnya mereka itu secara rinci. Bashar Assad itu kan sering orang bilang syiah alawiyah. Isu tadi dengan tegas mengatakan bahwa Bashar Assad itu kafir. Bahkan di mesjid-mesjid itu ditulis la ilaha illa Bashar. Yang menganggap Ali adalah tuhan, (maka ia) kafir. Yang menganggap Al Quran itu belum genap turun itu (maka ia) kafir. Jadi jelas sekali.

Sementara Syiah yang aqidahnya ini sama dengan kita, bahkan diakui di Al-Ahzar Mesir sebagai madzhab yang ke lima, maka kita harus proporsional. Karena itulah yang diingatkan oleh Hizbut Tahrir bahwa kita itu jangan sampai mengikuti gendang musuh-musuh Islam mempertentangkan Sunni dan Syiah sementara melupakan musuh yang sebenarnya. Bahwa Syiah itu sekarang menjadi ancaman memang Iya, khususnya Syiah Rafidhah, Syiah ghulat itu jelas sekali.

Kiblat.net: Kalau tadi Ustad bilang Syiah ini ada yang kafir dan ada yang masih muslim, bagaimana dengan Syiah Hautsi Ustad?

Jubir HTI: Itu (Syiah) Zaidiyah mereka. Sama seperti Presiden Ali juga Zaidiyah dia.

Kiblat.net: Kalau yang di Iran?

Jubir HTI: Di Iran macam-macam dia, ada yang Itsna Asariyah (Imam Duabelas), Ja’fariyah, Zaidiyah.

Kiblat.net: Akan tetapi, kalau di Yaman ini persoalannya kelompok Syiah sudah melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang sah, bagaimana Ustadz?

Jubir HTI: Itu sama seperti halnya mereka menguasai pemerintahan di Iraq, di Suriah, di Lebanon.

Kiblat.net: Ada juga di sebuah website HTI itu ada artikel berjudul “Sunni dan Syi’ah Bersatu dalam Naungan Khilafah” itu bagaimana Ustadz?

Jubir HTI : Khilafah itu jangankan Syiah ya, bahkan orang-orang nasrani zahudi pun bisa hidup dalam sistem khilafah. Itulah sebenarnya kerahmatan Islam yang dimaksud. Terlepas dari kesesatan masing-masing, mereka tunduk dalam naungan khilafah.

Kiblat.net: Banyak pihak yang menyebutkan bahwa Syiah Hautsi ini ada dukungan dari Iran bagaimana Ustadz?

Jubir HTI : Pasti, sama halnya dengan Bashar Assad, Nuri Al-Maliki, Lebanon, dapat dukungan dari Iran. Iran itu mendukung semua rezim Syiah.

Kiblat.net: Menurut Ustad itu ancaman atau bukan?

Jubir HTI : Jelas ancaman, siapa bilang bukan ancaman. Itu sama aja dengan rezim yang mempertahankan despotisme yang tak acuh terhadap musuh sesungguhnya. Itu ancaman.

Kiblat.net: Berarti menurut HTI, Syiah Hautsi ini ancaman, akan tetapi langkah HTI lebih kepada mengutamakan prioritas yang lain. Apakah seperti itu Ustadz?

Jubir HTI : Persis. Nah inilah yang disalahpahami seolah Hizbut Tahrir tidak mengerti duduk permasalahanya di Yaman. Anggota Hisbut Tahrir juga ada yang ditangkap sama Hautsi. Apalagi langsung dituduh bahwa Hizbut Tahrir (itu) Syiah. Hizbut Tahrir itu Sunni. Hizbut Tahrir juga telah memberikan kritik yang tajam kepada syiah, anda bisa baca di kitab Sakhsiyah Jilid 2 itu.

Hadist Ghadir Khum itu nggak ada urusannya dengan khilafah. Penunjukan Ali dalam hadist itu maknanya sebagai pemimpin keluarga, karena Ali termasuk ahlul bait. Salah betul kalau HTI itu dikatakan Syiah, diintervensi syiah, kesusupan Syiah.

Kiblat.net: Terakhir mungkin ustadz ingin menyampaikan statmen.

Jubir HTI : Jadi mustilah hati-hati kita ini menyikapi keadaan, termasuk menyikapi sesama muslim. Persoalan umat ini sudah demikian banyak, demikian besar, jadi kita harus fokus terhadap penegakan syariah dan khilafah, karena itu merupakan pangkal dari segala persoalan ini muncul.[tribunislam/voa-khilafah.com

Sumber : kiblat.net
16.37 | 0 komentar

Koran Resmi Hizbut Tahrir Ar-Raya Kembali Terbit

Written By Indra Sb on Senin, 16 Maret 2015 | 09.16


Voa-Khilafah.com - Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir dengan bangga mengumumkan penerbitan kembali Koran Ar-Raya. Koran mingguan politik ini dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir, yang menyampaikan pesan-pesan tentang permasalahan umat Islam melalui suatu penyajian dan analisisi. Edisi pertama koran ini diterbitkan di Thul Qidah pada tahun 1373 H yang bertepatan dengan bulan Juli 1954. Koran mingguan ini terus diterbitkan setiap hari Rabu pagi dan dicetak hingga jumlahnya empat belas edisi, dengan menyerukan yang haqq dan menyatakan kebenaran. Koran ini membahas ragam situasi politik dan menyampaikan pesan dari perspektif Islam. 

Namun, kran yang memuat kata-kata kebenaran ini terasa berat di sisi para penindas yang melebihi beratnya gempuran senjata dan roket. Rezim Yordania tidak bisa mentoleransi dampak dari kata-kata kebenaran itu, terutama ketika Hizbut Tahrir dan surat kabarnya menentang UU mengenai khutbah dan bimbingan agama yang dimaksudkan untuk mencegah para anggota partai dan semua orang yang beriman untuk memberikan pelajaran agama di masjid-masjid. UU ini dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri Yordania atas perintah Glubb Pasha, komandan tentara Yordania pada saat itu. Dengan demikian para penindas telah berkomplot untuk melawan koran itu dan melarang publikasi selanjutnya setelah edisi keempat belas.

Sekarang fajar Ar-Raya telah kembali bersinar lagi, dengan edisi kelima belas yang diterbitkan dengan rahmat dan berkah dari Allah pada hari Rabu 13 Jumada I 1436 H, bertepatan dengan tanggal 03/04/2015. Koran ini terbit dengan izin Allah, menjadi cahaya yang bersinar di jalan reformasi dan api yang membakar korupsi serta memberikan kabar gembira; dengan izin Allah dan saat yang utama untuk menaikkan Bendera Al-‘Uqab, suatu panji kebenaran dan keadilan sehingga kaum Muslim akan dinaungi di bawah naungan Khilafah yang kedua yang berjalan di atas metode kenabian, yang mudah-mudahan akan segera berdiri.

Ulama terkemuka Syaikhh ‘Atha bin Khalil Abu ar-Rashtah, semoga Allah melindungi beliau, memberikan pidato yang menandai kembalinya publikasi koran itu yang berjudul, “Selamat DatangAr-Raya. Kenangan dan Kabar Gembira”. Di dalam pidatonya beliau menyebutkan realitas dari koran itu ketika pertama kali terbit, dan sebagian dari apa yang diterbitkan pada edisi-edisi yang lalu. Beliau memohon kepada Allah SWT bahwa publikasi koran ini akan menjadi kenangan manis atas publikasi awal dan kabar gembira yang jelas akan berdirinya dengan segera Khilafah setelah tampak hal ini didirikan pada asasnya.

Koran ini memuat teks lengkap pidato dari Amir Hizbut Tahrir—semoga Allah melindungi beliau—dalam pembukaan Konferensi Khilafah, “Model Pemerintahan dengan Sistem Demokrasi Presidensial atau Khilafah Rasyidah?” yang diselenggarakan di Istanbul kemarin, hari Selasa 03/03/2015.

Koran ini juga memuat sebuah pernyataan atas realitas Konferensi Dunia Tentang Perempuan, “Perempuan dan Syariah: Memisahkan Antara Fakta dan Fiksi”, yang akan diadakan oleh Bagian Perempuan Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir pada tanggal 28 bulan ini, dan kampanye yang mendahuluinya untuk memisahkan antara fakta dan fiksi yang berkaitan dengan perempuan.

Koran ini juga memuat berita dan topic-topik politik yang penting. Untuk lebih lanjut mengetahui, alamat e-mail untuk surat kabar itu adalah sebagai berikut:

  • Situs resmi koran Ar-Raya: alraiah.net
  • Alamat Facebook: https://www.facebook.com/rayahnewspaper
  • Google Plus situs: http://goo.gl/KaiT8r
  • Website twitter: https://twitter.com/ht_alrayah

Anda dapat menghubungi surat kabar ini melalui alamat e-mail: info@alraiah.net

Osman Bakhach
Direktur Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir

(htipress/www.voa-khilafah.com)
09.16 | 0 komentar

Urgensitas Kontak Dakwah

Written By Indra Sb on Kamis, 12 Maret 2015 | 23.49

Voa-Khilafah.com - Dakwah merupakan proses transformasi pemikiran, perasaan, aturan dan sistem  yang terjadi dimasyarakat dari kondisi semula jahiliah menjadi islam. Dakwah adalah sebuah aktivitas gerakan. Sebagaimana roda gigi yang terus berputar. Perputarannya menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan. Dakwahpun juga demikian, didalamnya terdapat transfer ideologi ke dalam masyarakat. Oleh karena itu dalam merubah masyarakat wajib dipahami kondisi detail tentang masyarakat. Masyarakat merupakan entitas manusia yang dinamis. Masyarakat bukan hanya kumpulan manusia. Di dalam masyarakat terwujud dari akumulasi interaksi yang terus menerus antara pemikiran , perasaan dan aturan yang ada dimsyarakat. Baik tidaknya masyarakat dapat dilihat dari bentuk interaksi yang terjadi yang terpancar dari pemikiran, perasaan dan aturan yang berlaku. Pemikiran yang yang dijadikan pembentuk perasaan dan aturan/sistem dilahirkan dari aqidah (pandangan hidup) masyarakat. Sehingga corak masyarakat sangat terlihat dari aqidah yang dijadikan landasan berfikir masyarakat.

Ketika masyarakat telah menjadikan aqidah tertentu sebagai qoidah fikriyyah (landasan berfikir) maka sejalan dengan perjalanan waktu akan terbentuk qiyadah fikriyyah (kepemimpinan berfikir). Kepemimpinan berfikir ini akan menjadi corak yang lebih luas membentuk polarisasi yang semakin dimasyarakat. Ketika ini terus berjalan, akan terbentuk ikatan kuat di dalam kehidupan. Saat ini ideologi kapitalisme menjalar ke seluruh pemikiran umat islam menembus batas-batas negara. Hingga seluruh negeri islam sekarang ini kepemimpinan berfikirnya adalah ideologi kapitalisme. Negeri islam menjelma menjadi negeri yang menerapkan ideologi kapitalisme yang tunduk dibawah kekuasaan negara kapitalisme dunia.

Kondisi ini terjadi ketika umat islam sudah tidak memiliki institusi yang menyatukan mereka ke dalam satu kepemimpinan berfikir islam yaitu negara khilafah. Khilafah adalah institusi yang menerapkan ideologi islam yang akan mengatur, pemikiran dan perasaan sekaligus menyatukan teritorial kaum muslimin didunia. Sehingga umat islam menjadi satu bangunan yang utuh.

Memahami fakta masyarakat dan unsur pembentuknya akan menjadi panduan dalam proses perubahan masyarakat. Di dalam masyarakat juga terdapat tokoh-tokoh kunci pemegang simpul-simpul umat. Baik itu meliputi tokoh masyarakat, pejabat publik, pejabat organisasi terkemuka, ulama, kiai, dan pimpinan parpol. Tokoh inilah yang banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat dalam menjaga pemikiran, perasaan dan sistem   sekaligus memegang kepemimpinan riil dimasyarakat.

Untuk melakukan proses transformasi pemikiran, perasaan dan aturan kepada  islam , maka sebuah keniscayaan para pengemban dakwah harus melakukan interaksi langsung  (ittiholat) kepada tokoh-tokoh tersebut. Aktivitas ini adalah aktivitas urgen yang tidak boleh ditinggalkan. Apabila tokoh-tokoh kunci ini memberikan dukungan terhadap dakwah dan pengembannya maka akan akan terbuka ruang gerak bagi pengemban dakwah dalam  melakukan penetrasi ideologi islam dimasyarakat. Sangat positif apabila para tokoh tersebut ikut terlibat dalam aktivitas dakwah tersebut, sehingga  akan dapat mengikat masyarakat lebih kuat dengan islam. Karena para tokoh akan menjadi magnet yang kuat menarik masyarakat untuk terikat pemikiran, perasaannya dengan islam. Sehingga dengan teradobsinya pemikran islam sedikit-demi sedikit maka masyarakat akan melepaskan ikatan pemikiran kufur yang selama ini mengikat mereka.

Membangun komunikasi dengan para tokoh ini dengan cara memahamkan mereka dengan ideologi islam sambil membersihkan berbagai pemikiran ideologi kufur yang masih melekat. Pola komunikasi dakwah yang harus dibangun dengan cara bil hikmah (dengan argumentasi yang kuat), mauidloh hasanah (menyentuh pemikiran dan perasaan) dan kalau memang terpaksa harus debat maka dilakukan dengan jadilhum billati hiya ahsan ( menghancurkan pemikiran kufur dan disertai dengan membangun pemikran baru yang shohih dengan cara komunikasi yang baik dan efektif). Pengemban dakwah harus mampu menyuguhkan pemikiran islam dengan lebih jernih dan fresh. Mengungkap semua fakta keboborokan ideologi kufur yang selama ini mereka emban beserta mengungkap kedzaliman penguasa mereka yang telah terbukti menyesatkannya. Sampai pada satu titik kulminasi, masyarakat kehilangan kepercayaannya (trust) terhadap penguasa dan sistem kapitalisme berdasarkan landasan aqidah islam.  Sehingga sistem islam menjadi satu-satunya model masyarakat yang diinginkan masyarakat saat ini. Sekali lagi keinginan tersebut harus dibangun atas kesadaran ideologi islam. Bila hal itu terjadi pengemban dakwah telah berhasil membangkitkan masyarakat melalui para tokoh masyarakat dengan cara meningkatkan taraf berfikirnya. Tingginya taraf berfikir masyarakat menjadi indikasi kesadaran politik (wa’yu siyasi) sudah tinggi. Dengan demikian perubahan masyarakat tinggal menunggu waktu.

Teknologi informasi telah menembus zona zaman yang sanggat canggih. Bangunan komunikasi berlangsung sangat cepat melibas batas geografis dan tidak harus dilakukan secara face to face. Jejaring sosial didunia maya menjadi populer dalam membangun pola interaksi dan opini umum. Namun demikian, hal ini tidak boleh memalingkan dari aktivitas kontak dakwah yang mengharuskan adanya pertemuan secara langsung. Kontak dakwah harus dilakukan langsung kepada tokoh . Kontak yang demikian tidak bisa diwakili dengan aktivitas lainnya. Dengan adanya kontak pertautan pemikiran dan perasaan serta  resonansi emosi bisa langsung terjadi dikedua belah pihak. Transformasi ide terjadi secara efektif yang tidak bisa digantikan dengan teknologi apapun. Pemikiran dan perasaan akan mudah tersentuh dengan adanya kontak secara langsung dan terus menerus. Kontak inilah qolbunya (jantungnya) dakwah. Oleh sebab itu Rasulullah Saw senantiasa menjaga aktivitas kontak ini terus menerus. Beliau melakukannya kepada para pemimpin qobilah. Satu persatu beliau datangi. Beliau sangat menguasai peta kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh tokoh di suatu daerah. Hingga pada waktunya beliau mengutus sahabat  Mush’ab bin Umair menjadi pilihan untuk ditugaskan berdakwah (kontak) ke Yastrib. Dan benar, beliau Mush’ab mendatangi langsung pimpinan suku ‘Aush dan Khozroj. Akhirnya melalui usaha beliau  mengkontak selama satu tahun telah berhasil merubah suasana pemikiran dan perasaan masyarakat Yastrib melalui kedua tokoh pembesar disana. Melalui dakwah beliau akhirnya didapatkan ahlu nushroh yang siap membela islam dan  membai’at Rasulullah SAW menjadi pemimpim kaum muslimin.

Inilah sekali lagi urgensitas kita melakukan dakwah dengan melakukan kontak yang ditujukan kepada para tokoh (ashabul fa’aliyyah). Di bulan ramadlan yang mulia inilah waktu yang sangat tepat untuk melipat gandakan semangat dan aktivitas dakwah ditengah-tengah masyarakat. Kita berharap semoga Allah swt membukakan pintu-pintu hidayahnya kepada para tokoh masyarakat melalui para pengemban dakwah. Sampai mereka terdorong penuh keikhlasan memberikan kunci kekuasaanya dan menyerahkannya kepada pengemban dakwah untuk bisa menegakkan kekuasaan islam. (Indra Fakhruddin)

[mushababdurrahman.blogspot.com/www.voa-khilafah.com]

23.49 | 0 komentar

Bagaimanakah Dropship & Bisnis Online Dalam Pandangan Islam?

Dropship, Haram?



Kemajuan Teknologi membuat akses informasi semakin deras, bahkan seolah manusia satu dg yang lain dibuat tanpa batas. Setiap saat dan setiap waktu seorang bisa berhubungan satu dengan yang lain dengan mudah. Kemudahan Informasi ini mempengaruhi trend dalam bisnis dan jual beli barang maupun jasa. Social media menjadi pilihan yang sangat menggiurkan dalam aktivitas marketing,karena sifatnya yang viral dalam akses informasi. Munculah salah satu model bisnis online internet marketing dengan istilah DropShip, sementara setiap muslim dalam aktivitasnya wajib terikat dengan Hukum Syara’ yang membuat kita berhati hati dalam menjalankan aktivitas kita, terlebih dalam bermuamalah. Disinilah kepekaan dan ketajaman seorang Muslim dituntut dalam memahami fakta sebelum menghukumi sebuah aktivitas, gagal memahami fakta, berarti gagal menghukuminya. Kesalahan memahami ayam dikira babi,pasti membuat istidlal berbeda dan bukan pada tempatnya

Memahami Fakta Dropship:

Dropship  biasanya dipakai unt menyebut aktivitas:

1. Pertama Teknis proses pengiriman semata. contoh: saya memesan barang online,lewat katalog dan deskripsi jenis barang tsb disebuah website  setelah lunas dan barang siap kirim. tapi barang itu sebenernya kado untuk orang tua. jadilah saya minta ke penjual untk mengirimkan langsung ke alamat orangtua atas nama saya. sah, krn barang tesebut sudah saya beli dan menjadi hak milik saya spenuhnya. Saya tinggal ngecek ke ortu barang udah sampe atau seperti yang saya maksud apa tidak.

2. Yang kedua Akad makelar (umumnya online).Contoh : saya minta kesediaan seorang penjual supaya saya boleh menjualkan barangnya ( atau sebaliknya, seorang pemilik barang mencari orang yang membantu untuk menjualkanya). Jika nanti kalo saya sudah deal dengan pembeli, maka uang pembeli saya transfer ke penjual. dalam hal ini pembeli sudah diinformasikan jika saya sales person/Dropshiper dan barang dikirim lgsung dari dan oleh penjual/suplier.Kemudian penjual mengirim barang atas nama saya langsung ke alamat pembeli. pengatasnamaan ini bukan kebohongan. karena saya juga berhak merahasiakan identitas suplier sebagai aset saya, sebagaimana merahasiakan harga kulak, komisi, dll.
soal harga jual kembali, tergantung kesepakatan antara makelar dengan suplier.
– ada kalanya suplier membebaskan makelar menentukan harga jual. “yang penting dari saya sekian2, terserah anda mau menjual dengan harga berapa”
– ada juga dengan ketentuan harga jual harus sekian2.
Contoh Aqad bisa Disini

Dari fakta pertama tersebut, maka ini digolongkan Jual beli Salam.

As Salam adalah jual beli barang dengan spesifikasi yang di jamin samapi tempo tertentu denga sessuatu yang dibayar kontan, bisa juga dinamakan As Salaf. Intinya , seseorang menyerahkan harta sebagai pembayaran atas suatu barang yang akan ia terima setelah tempo tertentu. Dalil tentang salam :

“Siapa saja yang melakukan Salam (pesanan) hendaklah dalam takaran yang dan timbangan yang jelas sampai tempo yang jelas” (diriwayatkan dari Ibnu Abbas, HR Bukhari (4/428)

“Sesungguhnya kmi melakukan salaf/salam pada masa Rasulullah, Abu Bakar dan Umar pada komoditi gandun, jewawut, kismis, dan kurma” (HR Bukhari/ Fath al Bari 4/429)

Syarat jual beli Salam/Pesan
1.Barang yang dipesan:
  1. Sesuatu yang dipesan harus terdekripsi, yakni ditentukan spesifikasinya, ukuran, timbangan atau yg menggambarkan dg jelas barang yg mau di jual
  2. Harus Jelas Jenisnya
  3.  Harus dengan tempo yang jelas, dikirim kapan dll
2. Syarat Harga :
  1. Harga Harus jelas
  2. Pembayaran Harus dibayarkan secara kontan
  3. Wajib tidak Ada Ghabn fahsyi (Selisih harga yang tidak wajar) ataupun harus sesuai harga pasaran saat itu (terjadi aqad)

Pada fakta kedua, yaitu Makelar Islam membolehkan muamalah seperti ini,

Makelar/Syamsir
            Para fukaha mendefinisikan simsar (orang yang melakukan aktivitas makelar) adalah orang yang melakukan pekerjaan untuk orang lain dengan mendapatkan upah baik aktivitas jual maupun beli. Sebutan itu juga bisa digunakan untuk menyebut perantara karena ia melakukan aktivitas jual beli untuk orang lain dengan mendapat upah.

Makelar dan perantara secara syari’ie hukumnya halal, dan danggap sebagai aktivitas perdagangan. Aktivitas ini bisa dijadikan sebagai sarana untuk memiliki harta.

“ Qais ibn Ghurzah Al Kanani meriwayatkan : Kami pernah membeli sejumlah wasaq di madinah dan kami menyebut diri kami Samsirah (makelar),lalu Nabi saw keluar pada kami dan beliau menyebut kami dengan sebutan yang lebih baik, Wahai para pedagang sesungguhnya jual beli itu sering diimbuhi kata kata yang berlebihan dan sumpah karena itu bilaslah dengan sedekah (HR Tirmizi, Abu Dawud, ibnu Majah dan Al Hakim )

Syarat aktivitas Makelar
  1. Aktivitas yang dikontrakkan/diaqadkan harus jelas berdasarkan barang atau jangka waktu.
  2. Keuntungan,Komisi atau Upah harus jelas
  3. Tidak boleh Mengekspolitasi orang2 atas ketidak tahuan mereka terhadap harga pasar (semisal menjual barang dg orang pedalaman yang tak tau harga pasar)
  4. Tidak boleh adanya Makelar di atas makelar, misal saya diminta menjadi perantara/makelar untuk menjualkan barang dengan upah 10.000 kemudian saya mencari orang lagi untuk ikut menjualkan dengan komisi 5000 dengan harapan saya masih ada 5000 lagi untuk saya. Aktivitas makelar seperti ini tidak boleh.kecuali keduanya berserikat dan berhubungan langsung pemilik barang dan tahu komisi perantara berapa

Kesimpulan

Jadi aktivitas penjualan jual beli online model dropship adalah halal menurut syara’ dan boleh menjadi jalan untuk mencari penghasilan. Karena dropship merupakan makelar dari jual beli salam yang dibolehkan. Menghukumi dropship sama dengan menjual barang yang bukan miliknya adalah sebuah kesalahan memahami fakta dropship itu sendiri karena dropshpier telah melalui aqad makelar dengan pemilik barang. Wallahu a’lam. (Pompy Syaiful)

Rujukan :
1.Forum Jual beli Online ads-id
2.Komunitas Recommended Online Shop
3. Bisnis Islami dan Kritik Atas Bisnis Ala Kapitalis, Yusuf As Sabatin


[pompysyaiful.com/www.voa-khilafah.com]
23.42 | 0 komentar
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Recommendations

Activity Feed

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Yuuk Disini

Memuat...

Kutipan

"‎... Jika penaklukan Konstantinopel sukses, maka sabda Rasulullah telah menjadi kenyataan dan salah satu dari mukjizatnya telah terbukti..." (sebagian khutbah Muhammad Al Fatih)

Subhanallah.. ^__^ lalu Masih adakah yg meragukan.. Bisyarah Beliau ttg tegaknya kembali KHILAFAH..??

Visitors

Arsip